Pengertian Hosting dan 6 Jenisnya yang Sangat Sederhana

Pengertian Hosting dan 6 Jenisnya yang Sangat Sederhana

Trendingtopic.co.id – Dapat ditebak! Kamu mungkin sedang berencana membuat web, tetapi malah disuruh beli hosting serta juga domain. Sebab bimbang apa itu hosting, Kamu coba Googling“ hosting merupakan” ataupun“ pengertian hosting” dan mampir deh di postingan ini.

Website hosting merupakan hal yang sangat Kamu perlukan pada saat membuat web. Jadi, Kamu harus mengetahui pengertiannya serta gunanya. Tidak lupa pula jenis website hosting yang sesuai untuk web Kamu.

Untungnya Kamu sudah berkunjung ke artikel yang tepat, kok. Di artikel ini Kamu akan mempelajari tentang hosting secara lengkap. Sudah siap? Ayo, ikuti pembahasannya!

Pengertian Hosting

Hosting ataupun website hosting merupakan tempat untuk menyimpan seluruh file serta data web sehingga bisa diakses oleh banyak orang lewat internet. File serta informasi web tersebut dapat berbentuk video, foto, email, script, aplikasi, serta database.

Tanpa adanya hosting, pasti saja Kamu tidak dapat membuat web. Itulah kenapa, Kamu perlu menyewa hosting terlebih dahulu untuk membuat web.

Ibaratnya hendak membangun rumah. Jika Kamu mau membangun rumah yang besar, luas tanahnya harus semakin besar, bukan? Sama seperti web, jika mau membangun yang kapasitas serta performanya besar, Kamu perlu hosting yang sumber dayanya besar.

Tertarik menguasai lebih jauh tentang hosting? Ayo ikuti cara kerja hosting pada bagian berikutnya!

Cara Kerja Hosting

Tahapan cara kerja, seperti berikut:

  • Server menyimpan bermacam file yang diperlukan oleh web. Misalnya: foto, video, script, database web, dll;
  • Pengunjung yang mengetikkan domain web Kamu pada browser( Google Chrome, Mozilla Firefox, dll);
  • Browser meminta server mengirim file web ke browser;
  • Server mengirimkan file yang diperlukan kepada browser;
  • Pengunjung bisa mengakses web Kamu.
cara kerja

Tetapi meski cara kerja hosting terlihat gampang, tidak semuanya sanggup bekerja dengan baik, lho. Banyak hosting yang kerap down, keahlian kurang mumpuni sehingga akses web lelet, serta sebagainya.

Sementara itu, peran hosting penting bagi web serta bisnis. Baik untuk menjamin proteksi web, melindungi performanya, sampai tingkatkan kredibilitas bisnis online.

Oleh karena itu, Kamu mesti pintar- pintar memilih penyedia hosting terbaik. Sebisa mungkin, pilih hosting yang menjanjikan uptime sampai 99% sehingga web dapat terus menyala 24 jam. Seperti di web Dofollow.id kamu bisa memesan hosting sesuai kebutuhanmu, dan tidak hanya itu di sana juga menyediakan layanan jasa da pa lohhh!!!

Perlu Kamu ketahui pula, tiap kategori pula memiliki keistimewaannya masing- masing. Nah, setelah tahu pengertian hosting serta cara kerjanya, pada bagian berikutnya, Kamu akan belajar jenis- jenis hosting dan kelebihan serta kekurangannya.

Baca juga: 15 Jenis Blog Paling Laku yang Dipercaya Dapat Menghasilkan Uang

Jenis- Jenis Hosting Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jika diibaratkan properti, terdapat banyak sekali kategori properti yang ada, kan? Mulai dari apartemen, kos- kosan, rumah, sampai villa.

Begitu pula dengan hosting, sebab masing- masing kategori mempunyai spesifikasi serta harga yang bermacam- macam.

Jadi, sebelum Kamu berlangganan, yakinkan Kamu memilih kategori hosting yang cocok dengan kebutuhan web Kamu, ya!

Berikut pengertian dari sebagian kategori hosting yang biasanya ditawarkan oleh penyedia .

1. Shared Hosting

hosting
shared

Shared hosting merupakan kategori yang servernya dipakai secara bersama- sama oleh banyak user sekaligus

Ibaratnya, Kamu menyewa kamar kos yang hanya mempunyai satu kamar mandi, dapur, listrik, serta air untuk dipakai bersama. Jadi, Kamu harus berbagi sarana tersebut dengan penghuni lain.

Begitu pula dengan shared hosting. Kamu akan berbagi sarana hosting, semacam disk space, kecepatan, serta yang lain. Jadi, pada saat satu user memakai sumber daya yang sangat banyak, web Kamu pula akan terserang imbasnya.

Kelebihan:

  • Harga murah
  • Server seluruhnya dikelola dan dirawat( full managed) oleh penyedia
  • Sesuai untuk pemula
  • Fasilitas lengkap, mulai dari disk space, unlimited bandwidth, database, sampai SSL.

Kekurangan:

  • Bila terdapat user yang memakai sarana secara kelewatan, web user lain bisa turut merasakan akibatnya;
  • Adanya limit penyimpanan file serta fasilitas server.

2. VPS Hosting

hosting
VPS

VPS ataupun Virtual Private Server merupakan kategori hosting individu yang resourcenya hanya dipakai oleh satu user saja. Sehingga, server tidak akan terbawa- bawa oleh penggunaan user lain.

Di kategori ini, Kamu mempunyai kebebasan untuk mengendalikan serta mengelola resource yang ada secara mandiri. Maksudnya, Kamu perlu mempunyai skill teknis pengelolaan server.

Jika dianalogikan, VPS ini ibaratnya satu kamar apartemen yang sediakan sarana individu. Di mana tiap apartemen mempunyai meteran listrik, air, kamar mandi, serta dapur sendiri. Berbeda dengan kos- kosan yang semua sarana tersebut jadi satu dengan kamar yang lain.

Kelebihan:

  • Karena private, resource tidak terpengaruh user lain;
  • Leluasa kustomisasi server VPS;
  • Bisa mengelola banyak akun
  • Leluasa memilih sistem operasi( OS);
  • Harga lebih terjangkau dibandingkan server dedicated.

Kekurangan:

  • Melakukan konfigurasi server sendiri;
  • Perlu mempunyai uraian teknis tentang server.

3. Cloud Hosting

hosting
cloud

Apa itu cloud hosting? Jadi, Cloud hosting merupakan hosting dengan resource selayaknya VPS, tetapi dengan kemudahan pemakaian semacam Shared Hosting.

Maksudnya, Kamu tidak butuh mempunyai skill teknis mengelola server untuk bisa memakai kategori cloud hosting.

Masih bimbang dengan pengertian cloud hosting? Bayangkan saja Kamu membuka cabang resto di beberapa lokasi. Tujuannya supaya antrean tidak membludak di satu toko saja.

Begitu pula dengan cloud hosting yang memberikan beban ke sebagian server sekalian. Sehingga pada saat salah satu server hadapi gangguan, web tetap normal dengan backup server lain.

Kelebihan:

  • Resource yang tersedia banyak
  • Bisa menampung traffic sangat besar
  • Full managed oleh penyedia
  • Tidak butuh pengetahuan teknis yang mendalam

Kekurangan:

  • Harga lebih mahal dari VPS serta shared hosting.

Baca juga: 5 Langkah Membuat Blog untuk Pemula

4. WordPress Hosting

hosting
wordpress

WordPress hosting merupakan tipe hosting spesial pengguna WordPress yang spesifikasinya kurang lebih mirip shared hosting.

Bedanya, server WordPress hosting dikonfigurasi secara khusus untuk pengguna WordPress. Di mana user akan lebih gampang membangun web dengan beberapa klik.

Semacam shared hosting, kategori ini pula wajib berbagi sarana penyimpanan dengan pengguna yang lain. Sehingga, pada saat user lain menggunakan resource secara berlebihan, Kamu pula akan terserang akibatnya.

Jika diibaratkan, Kamu seperti menyewa suatu kamar kosan yang wujud serta tata posisinya sama dengan kamar yang lain. Kamu tinggal atur- atur dikit sesuai kemauan Kamu, kosan telah langsung siap huni.

Sama semacam WordPress hosting. Kamu tinggal install plugin serta edit- edit konten di WordPress, hingga web Kamu telah bisa luncurkan.

Kelebihan:

  • Harga murah semacam shared hosting
  • Terintegrasi dengan WordPress
  • Ramah untuk pemula
  • Full managed oleh penyedia
  • Sarana semacam disk space, SSL, serta sejenisnya lumayan lengkap

Kekurangan:

  • Resource terbatas dan dipakai bersamaan;
  • Bila terdapat user lain yang mengenakan resource kelewatan, web Kamu pula terserang akibatnya.

5. Shared WordPress

hosting
shared

Apa itu Shared WordPress hosting? Apa bedanya sama WordPress hosting?

Jadi, Shared WordPress merupakan kategori hosting spesial untuk Kamu yang mau membangun web dengan CMS WordPress tanpa butuh memusingkan hal teknis. Tercantum tidak perlu akses cPanel untuk edit file web serta pengaturan yang lain.

Semua pengaturan serta optimasi web di cPanel, semacam keamanan, kecepatan, serta bandwidth akan diatur oleh penyedia hosting. Perihal inilah yang membedakan Shared WordPress dengan WordPress Sehingga, Kamu bisa lebih gampang dalam membuat web.

Ya, ibaratnya Kamu memesan suatu kamar kos yang sudah full fasilitas. Kamar telah dipasang jendela anti maling, kasur, dan lemari yang siap pakai serta disesuaikan dengan benda kepunyaan Kamu.

Kelebihan:

  • Tidak butuh melakukan pengaturan serta domain;
  • Pengelolaan web gampang, sesuai untuk pemula;
  • Keamanan serta kecepatan web terjamin;
  • Leluasa install plugin serta tema;
  • Harga terjangkau.

Kekurangan:

  • Tidak leluasa bila ingin mengganti ataupun menaikkan pengaturan
  • Resource lumayan terbatas semacam shared hosting.

6. Dedicated Hosting

dedicated

Dedicated merupakan server yang hanya digunakan oleh satu user saja. Dengan server yang didedikasikan untuk Kamu seorang, Kamu tidak butuh takut web akan mengalami down.

Tidak hanya itu, Kamu mempunyai kebebasan guna mengelola serta mengatur server sesuai kebutuhan. Sehingga, Kamu perlu mempunyai pemahaman mengelola server.

Jika diibaratkan, dedicated merupakan rumah individu yang Kamu beli dari pengembang rumah. Kamu leluasa mengatur serta mengelola rumah Kamu.

Kelebihan:

  • Resource sangat besar;
  • Mampu menampung trafik besar;
  • Bisa menyimpan informasi yang sangat banyak( big data);
  • Mempunyai akses root untuk mengatur server;
  • Leluasa memilih sistem operasi.

Kekurangan:

  • Harga yang ditawarkan sangat mahal;
  • Wajib melakukan perawatan server sendiri;
  • Perlu mempunyai uraian teknis.

Setelah paham dengan pengertian hosting serta domain, Kamu dapat memesannya di layanan penyedia hosting. Eits, tetapi pilih layanan hosting jangan sembarangan ya.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!