Kiat Mengelola Bisnis SPBU dari Buntung jadi Untung

Kiat Mengelola Bisnis SPBU dari Buntung jadi Untung

trendingtopic.co.id – JAKARTA – Bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini menjadi perbincangan. Pasalnya, sejumlah pengusaha menjual SPBU-nya di platform online.

Banyak yang menganggap permintaan bahan bakar minyak tersebut mengalami penurunan, karena munculnya kendaraan listrik. Alhasil, bisnis SPBU sudah tidak lagi menjanjikan sebagai investasi jangka panjang.

Sebenarnya, ada sejumlah potensi bisnis lain yang dapat dikembangkan untuk memaksikmalkan keuntungan bisnis SPBU.

Lantas, seperti apa tips bisnis dalam menjalankan SPBU yang sukses sesuai dengan kondisi pasar saat ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Riset pasar sebelum membuka SPBU

Langkah pertama dalam mendirikan pom bensin adalah melakukan riset pasar secara menyeluruh. Tujuannya di sini sangat sederhana, yaitu untuk menilai tingkat permintaan bisnis Anda dan apakah ada peluang untuk berkembang di lokasi pilihan Anda.

Berdasarkan The Business Plan Shop, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan benar, Anda perlu:

– Analisis industri pom bensin: apakah pasarnya berkembang? Apakah jumlah SPBU bertambah atau berkurang, dan mengapa? Apa tren konsumen yang paling signifikan? Apakah pasar telah dipengaruhi oleh perubahan regulasi selama beberapa tahun terakhir?

– Analisis permintaan di area tempat Anda berada: berapa banyak calon pelanggan yang ada dan layanan mana yang paling populer?

– Pelajari persaingan: siapa pesaing yang berada di sekitar? Apa yang mereka tawarkan selain pompa bensin? Apa jam buka mereka? Apakah stasiun layanan mereka penuh atau pelanggan sedikit dan jarang?

2. Bergabung dengan franchise SPBU

Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang menawarkan bisnis franchise SPBU. Adapun, keuntungan bergabung dengan franchise sangat banyak, karena sudah banyak orang yang mengetahui brand tersebut, tersedianya pelatihan karyawan dan adanya kemudahan akses dalam permintaan bahan bakar premium.

Tentunya, dengan franchise Anda akan lebih mudah mengembangkan bisnis daripada memulai dari awal.

Namun, penting untuk diingat bahwa Anda harus membayar harga atas hilangnya otonomi Anda – karena bergabung dengan rantai berarti hanya mendistribusikan bahan bakar merek dan mengikuti prosedur operasional yang ketat untuk melindungi mereknya.

3. Tentukan lokasi

Langkah ketiga dalam membuka pom bensin adalah memutuskan di mana Anda ingin menempatkannya.

Pilihan ini sangat penting karena akan menentukan profitabilitas bisnis Anda, dan Anda tidak akan dapat mengubahnya setelah menginvestasikan uang untuk membangun stasiun.

Lokasi yang baik harus memiliki ciri-ciri, dekat dengan jalan raya, punya visibilitas yang baik dan akses mudah untuk mobil, hanya sedikit jumlah pesaing di sekitar lokasi.

Ada beberapa opsi berbeda tentang di mana Anda dapat membangun pompa bensin:

– Di kota. Namun, waspadalah terhadap harga sewa yang lebih tinggi

– Di daerah pedesaan, untuk mengambil keuntungan dari kurangnya persaingan

– Dekat jalan raya ataupun jalan protokol, hal ini dilakukan untuk memanfaatkan padatnya lalu lintas

4. Buka aliran pendapatan tambahan

Pelanggan saat ini memiliki lebih banyak permintaan daripada sebelumnya, karena mereka mengharapkan berbagai layanan.Maka, pertimbangkan beragam penawaran layanan tambahan seperti cuci mobil, penjualan gas, pemeriksaan tekanan ban, hingga penjualan aksesoris mobil

Bahkan, beberapa franchise SPBU menyediakan beberapa tambahan gerai, seperti toko bahan makanan, kopi artisanal hingga apotek. Selain itu, SPBU juga bisa menyediakan layanan ATM. Ada juga banyak skema loyalitas untuk menarik konsumen agar setia pada merek sehingga mendapatkan pangsa pasar.

5. Lakukan inovasi

Melansir dari Merchant Capital, meski bahan bakar akan terus menjadi kebutuhan, tapi sebagai pebisnis, Anda harus tetap mengawasi berbagai perubahan di yang diperkirakan bisa membahayakan bisnis SPBU Anda.

Sangat penting bagi pemilik SPBU untuk terus mengikuti tren bahan bakar dan energi dan merangkul perubahan sebagai peluang untuk ide-ide baru. Misalnya memperkenalkan stasiun pengisian listrik dan biodiesel (alternatif langsung untuk solar).

Tren lain yang berkembang adalah bahwa SPBU tidak lagi hanya tentang mobil, melainkan tentang orang yang mengemudikan mobil tersebut.

Artinya Anda harus memiliki inovasi agar selain dari bahan bakar, yakni dengan memperluas dengan hadirnya hot desk atau bahkan co working space yang dilengkapi dengan layanan WIFI, sehingga pelanggan akan mulai mengasosiasikan SPBU dengan pengalaman, bukan hanya layanan.

6. Jalin kerja sama

Selain memasarkan jasa melalui media sosial dan penyebaran secara organik, langkah tepat yang perlu dilakukan adalah bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum, perusahaan taksi, atau sekolah mengemudi di area tersebut.

Tentu, dengan melakukan kemitraan tersebut maka sebuah bisnis akan memiliki banyak relasi, hal ini bisa dimanfaatkan agar SPBU agar bisa memaksimalkan keuntungan. Bekerja sama dengan beberapa pihak juga bisa membuka peluang meraih jangkauan pelanggan yang lebih luas.

7. Buatlah rencana pemasaran

Langkah selanjutnya adalah membuat strategi pemasaran untuk pompa bensin untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memprioritaskan tindakan yang harus Anda ambil untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, pertama dengan membuat situs web yang berisi informasi praktis tentang stasiun Anda, termasuk jam buka, tarif bahan bakar, peta cara menuju ke sana.

Kedua dengan berfokus pada pengoptimalan mesin telusur agar Anda dapat ditemukan dengan mudah di Internet (melalui Google Maps dan direktori online lainnya). Bisa juga dengan mengembangkan sistem kartu loyalitas atau bahkan dengan mengiklankan SPBU di media sosial.

error: Content is protected !!