Ditjen Pajak Sederhanakan Perhitungan PPh Karyawan, Ini Tujuannya

Ditjen Pajak Sederhanakan Perhitungan PPh Karyawan, Ini Tujuannya

trendingtopic.co.id – JAKARTA, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyederhanakan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) 21 atau PPh karyawan agar tak memberatkan wajib pajak (WP).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Suryo Utomo, mengatakan bahwa ada urgensi yang melatarbelakangi penyederhanaan perhitungan Tarif Efektif Rata-Rata (TER) untuk PPh 21.

Dia menjelaskan, PPh pasal 21 atau PPh karyawan, metode pelunasannya dilakukan dengan cara pemungutan. Untuk saat ini, pemungutannya dilakukan oleh pemberi kerja di saat pemberi kerja membayar gaji dan sebagainya kepada karyawan.

Sebelumnya untuk pemotongan PPh pasal 21 terdapat kurang lebih 400 skenario. Hal ini membingungkan dan memberatkan wajib pajak (WP).

“Maka dari itu, simplifikasi perhitungan PPh pasal 21 bertujuan untuk, yang pertama, memberikan kemudahan bagi WP menghitung pemotongan PPh pasal 21 tiap masa pajak,” ujar Suryo dalam Media Gathering DJP 2023 di Jakarta, Selasa (10/1/2023).

Kedua, meningkatkan kepatuhan WP dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Ketiga, memberikan kemudahan dalam membangun sistem administrasi perpajakan yang mampu melakukan validasi atas perhitungan WP.

“Nah saat ini kami sedang berpikir, kira-kira bisa enggak ya kita bikin model penghitungan yang lebih sederhana? Penghitungan sederhana yang menggunakan tarif efektif yang kira-kira untuk penghitungan dan pemungutan tarif PPh pasal 21,” jelasnya.

Bahkan, dia mengungkapkan bahwa aspek yang sering berubah sebenarnya adalah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Untuk jumlah tanggungan, ada pegawai/pekerja yang menikah dan belum menikah, ada yang menikah punya anak dan menikah belum punya anak.

“Otomatis jumlah PTKP-nya berbeda. Kami ingin membuat simplifikasi pemotongan pemungutannya karena ada formula berarti penghasilan dikurangi PTKP dikalikan dengan tarif, ketemu jumlah yang dipotong, caranya nih teman-teman saya di DJP sedang mencoba membuat formulanya,” ungkap Suryo.

Ini supaya pemotongan dan pemungutan PPh lebih mudah, juga kesalahan pemotongan dan pemungutan diminimalisir. “Saya inginnya kalau ada yang kurang bayar, ya in terms of WP tidak berat tinggal nyetor, ya saya ingin juga kalau lebih bayarnya bisa kita kembaliin,” ucap Suryo.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

error: Content is protected !!