Deretan Konglomerat Pengusaha Tekstil Raksasa di Indonesia

Deretan Konglomerat Pengusaha Tekstil Raksasa di Indonesia

trendingtopic.co.id – JAKARTA – Indonesia memiliki sejumlah pabrik tekstil terbesar.

Industri tekstil di Indonesia pun, merupakan salah satu Industri yang terus berkembang setiap tahunnya.

Meski, ada beberapa pengusaha yang gulung tikar selama dua tahun terakhir, karena waktu proses (lead time) dari tahap pembuatan hingga distribusi garmen yang sangat panjang sehingga kalah besaing di pasaran.

Namun, nyatanya masih ada sejumlah pengusaha tekstil yang mendominasi pasar Indonesia.

Lantas, siapa saja pengusaha tekstil terbesar yang terus eksis di Indonesia? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia adalah sosok pemilik PT Indo-Rama Synthetics Tbk, sebuah perusahaan tekstil yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki sejumlah pabrik yang tersebar di Indonesia, Uzbekistan, dan Turki.

Dilansir dari Forbes real time net worth pada Kamis (24/3/2022), kini Lohia memiliki total kekayaan sebesar US$7,6 miliar atau setara dengan Rp118,4 triliun. Lohia juga menjadi orang terkaya ke-4 di Indonesia. Sri Prakash Lohia lahir di Kolkata, India, pada 11 Juli 1952. Lohia merupakan pendiri perusahaan raksasa di bidang petrokomia dan tekstil, yakni Indorama Corporation.

Dirinya merupakan lulusan dari Bachelor of Commerce di Universitas Delhi dan berpindah ke Indonesia pada tahun 1973 bersama dengan orang tuanya. Bersama dengan ayahnya, Mohan Lal Lohia, Lohia akhirnya merintis perusahaan tekstil bernama Indorama Synthetics sekitar pada sekitar tahun 1976.

Indo berasal dari nama untuk Indonesia dan Rama berasal dari Dewa Rama. Pada awal perjalanan, Indorama merupakan produsen benang pintal. Kemudian Indorama melakukan diversifikasi, hingga akhirnya berkembang ke industri serat polyester.

Kini Indorama telah berkembang dan bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik petrokimia. Dilansir dari laman resmi perusahaan Indorama, Indorama Corporation juga telah menjadi produsen pupuk Urea dan Fosfat terbesar di Afrika Sub-sahara, produsen poliolefin terbesar di Afrika Barat, dan produsen sarung tangan sintetis terbesar ketiga di dunia.

2. H.M Lukminto

Muhammad Lukminto adalah pendiri PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, pemain besar dalam industri tekstil dan garmen Indonesia yang kualitasnya produknya mendunia.

Pada awalnya, di tahun 1966, Lukminto mendirikan pabrik tenun pertamanya di Desa Jetis, Sukoharjo, dengan nama PT Sri Rejeki Isman atau lebih dikenal PT Sritex dengan luas pabrik tersebut hanya 10 hektar. Adapun, awal kesuksesan PT Sritex ketika pada tahun 1984, perusahaan ini mampu memproduksi seragam militer untuk NATO dan Jerman dengan kualitas yang tinggi.

Alhasil, Lukminto bersama bisnisnya dapat berkembang dengan pesat hingga kini. Lukminto mengembuskan napas terakhirnya di Singapura pada 2014 silam. Kini PT Sritex dipimpin oleh anak sulungnya, Iwan Lukminto.

3. Ludijanto Setijo

Ludijanto Setijo merupakan sosok di balik keberhasilan PT Pan Brothers, perusahaan garmen raksasa di Indonesia yang telah memproduksi merek-merek terkenal dunia seperti Calvin Klein, DKNY, J Crew, Old Navy, Gap dan masih banyak lagi. Ekspor hasil produksinya sudah menembus Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Asia, dan Australia.

Melansir dari situs PT Pan Brothers Tbk disebutkan bahwa PT Trisetijo Manunggal Utama (TMU) bertindak sebagai pembeli siaga ysng merupakan pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan 27,99 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan

4. Sumitro Hartono

Sumitro Hartono adalah pendiri dari Duniatex Group, produsen tekstil terbesar di Indonesia. Duniatex adalah perusahaan tekstil yang berfokus pada pemintalan, pertenunan, pencelupan, dan finishing.

Perusahaan ini terdiri dari 18 perusahaan terbatas, tersebar di beberapa lokasi di lebih dari 150 hektar lahan. Duniatex didirikan pada tahun 1974 dengan nama CV. DUNIATEX di Surakarta, beroperasi terutama di industri finishing pada tahun 1988.

Melansir dari situsnya, kini Duniatex terus melebarkan sayapnya dengan mengembangkan sejumlah pabrik baru serta meningkatkan jumlah spindle hingga satu juta spindle saat ini dan meningkatkan kapasitas untuk memproduksi kain greige hingga 600 juta meter setiap tahunnya. Duniatex akan terus tampil untuk memenuhi permintaan pasar lokal, nasional, dan mendunia.

error: Content is protected !!